53ptin4’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

semua tentang kehamilan

Nutrisi Penting Ibu Hamil

Banyak perubahan yang terjadi dan dialami, baik secara fisik dan emosional ketika mulai mengandung. Anda harus selalu memperhatikan jadwal dan jenis makanan yang Anda konsumsi, karena pertumbuhan dan perkembangan janin tergantung dari nutrisi makanan ibu.

Beberapa zat gizi berperan vital dalam pertumbuhan janin. Selama kehamilan, metabolisme energi meningkat akibat perubahan sistem tubuh Anda dan perkembangan janin. Oleh karena itu, kebutuhan akan energi dan zat gizi harus ditingkatkan. Menambahkannya dengan cara apa? Tidak sekedar terus menerus menambah jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh, namun juga pertimbangkan segala sesuatu yang Anda konsumsi.

Kalori

Selama trismester kedua dan ketiga kehamilan membutuhkan 300 kalori per hari. Walaupun peningkatan ini tidak digunakan dalam trismester pertama, bukan berarti keseimbangan nutrisi tidak penting. Kalori tambahan ini diperlukan agar berat badan Anda meningkat (total 12 hingga 16 kg selama hamil). Hal ini sangat diperlukan untuk menghasilkan berat badan bayi yang cukup saat dilahirkan. Sebaiknya pada trismester pertama, pertambahan bobot hanya 0, 5 kg setiap bulannya. Sedangkan pada trismester kedua, 0, 5 kg setiap minggunya. Sdangkan di trismester terakhir (bulan ke-9), hanya boleh 0, 5 hingga 1 kg. Kalori dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi kacang-kacangan, buah, sereal, beras merah, sayur, kentang.

Protein

Protein sangat diperlukan untuk membangun, memperbaiki, dan mengganti jaringan tubuh. Ibu hamil memerlukan tambahan nutrisi ini agar pertumbuhan janin optimal. Protein dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi tahu, tempe, daging, ayam, ikan, susu, dan telur.

Kalsium

Penelitian menunjukkan bahwa janin memerlukan 13 mg kalsium dari darah ibu. Janin memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Jika jumlah kalsium yang ia dapatkan kurang, maka ia akan mengambilnya dari tulang. Akibatnya Anda dapat mengalami pelunakan tulang (osteomalasia) nantinya. Kalsium dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi produk susu, tahu, brokoli, kacang-kacangan.

Zat besi

Kekurangan zat besi akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin menjadi terhambat. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan resiko cacat (mortalitas) Anda dan janin. Karena kebutuhan zat besi sulit dipenuhi dari diet pola makan, maka terkadang pemakaian suplemen disarankan. Zat besi dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi bayam, daging merah, hati, ikan, unggas, kerang, telur, kedelai.

Asam folat (vitamin B)

Asam folat yang dikonsumsi sejak masa pembuahan dan awal kehamilan mampu mencegah cacat lahir pada otak dan tulang belakang. Penelitian menunjukkan resiko kelainan tulang belakang (spina bifida) dan kelainan ronggga otak (anensefali) menurun hingga 50%. Sangat disarankan untuk mendapatkan 400 mg asam folat per hari. Asam folat dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi jus jeruk bayam, oatmeal, brokoli, stoberi, dan roti.

Cairan

Cairan diperlukan untuk meningkatkan volume darah dan air ketubah. Minum setidaknya 6 hingga 8 gelas setiap harinya. Mengurangi asupan cairan tidak akan mengurangi bengkak yang Anda alami. Akan tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Konsumsi cairan yang terbaik adalah air putih, selain itu Anda juga dapat mengkonsumsi sup, jus, dan teh.

Garam

Garam dapat membantu mengatur air dalam darah. Kebutuhan tubuh akan garam sedikit, sekitar 2000 hingga 8000 mg per hari. Beberapa ibu yang terkena darah tinggi atau preeklamsia bahkan tidak memerlukan tambahan akan konsumsi garam.

Jangan lupa untuk menghindari rokok, konsumsi alkohol dan kafein.

Tanda Tanda Kehamilan

Mungkin sudah banyak dari rekan rekan-rekan yang tahu apa itu hamil/mengandung, namun tidak sedikit pula yang tidak tahu atau kurang paham tentang tanda tanda kehamilan. Yang saya maksudkan dengan tanda tanda kehamilan disini yaitu apa apa saja yang dialami seorang wanita saat hamil atau menjelang akan hamil.

Untuk mengatakan seorang wanita itu hamil, maka perlu dilakukan kajian terlebih dahulu terhadap data subyektif dan obyektif yang ditemukan pada wanita tersebut. Data subyektif artinya segala sesuatu yang dirasakan atau dialami oleh wanita yang sedang hamil atau sering disebut dengan gejala kehamilan sedangkan data obyektif adalah segala hal yang bisa diamati oleh orang lain pada diri seorang wanita yang sedang hamil atau sering diistilahkan dengan tanda kehamilan. Tanda kehamilan sendiri dibagi lagi menjadi tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti.

Gejala Kehamilan Tidak Pasti :

* Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir.

* Mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan bulan pertama kehamilan.

* Mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal hal yang lain.

* Gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal.

* Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar.

* Kadang kadang wanita hamil bisa pingsan di keramaian terutama pada bulan bulan awal kehamilan.

* Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual mual diatas.

Tanda Kehamilan Tidak Pasti :

* Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira kira terjadi diatas minggu ke 12 kehamilan.

* Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.

* Gusi bengkak terutama pada bulan bulan pertama kehamilan.

* Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar.

* Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.

* Tes kehamilan memberikan hasil positif.

Tanda Pasti Kehamilan :

* Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin.

* Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.

* Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin.

* Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.

Barangkali rekan rekan masih bingung, mengapa disebut gejala atau tanda kehamilan tidak pasti, hal tersebut karena pada wanita yang mempunyai gejala atau tanda tanda kehamilan tidak pasti diatas masih ada kemungkinan mengalami kelainan lain yang memberikan gejala atau tanda yang sama. Misalnya pada wanita dengan pseudosiesis (wanita yang sangat menginginkan hamil) maka gejala gejala hamil diatas juga akan ia rasakan, walau sebenarnya wanita tersebut tidak hamil.

Sendawa, Buang Angin, Tanda Kurang Enzim….?

BILA Anda termasuk orang yang punya masalah dengan perut dan pencernaan, misalnya sering merasa kembung, sendawa, atau pun buang angin, sebaiknya waspada. Bisa jadi Anda termasuk salah satu orang yang kekurangan enzim pencernaan.

Perut yang terasa penuh akibat timbulnya gas berlebihan di dalam sistem pencernaan, baik di dalam lambung, usus halus dan usus besar kerapkali dianggap masyarakat umum sebagai problem atau gejala sakit maag.

¨Rasa penuh di perut atau sebah, kembung dan nyeri lambung memang sering disalahartikan masyarakat sebagai sakit maag. Padahal gejala itu belum tentu maag, melainkan bisa juga gangguan lain misalnya kekurangan enzim,¨ ungkap Dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, dalam seminar media tentang enzim di Jakarta Selasa (7/4) kemarin.

Dr Ari menjelaskan, nyeri perut memang tak selalu identik dengan sakit maag, tetapi bisa jadi berbagai macam penyakit mulai dari yang ringan sampai berat. Penentuan atau diagnosanya juga sangat tergantung dari lokasi atau bagian saluran cerna mana yang bermasalah atau terasa sakit, apakah itu bagian atas (dari mulut sampai usus 12 jari) atau pun bawah (dari usus 12 jari sampai dubur) .

¨Gejala klinis gangguan saluran cerna bisa sangat beragam apakah itu di saluran cerna atas atau bawah. Jadi untuk memastikannya, jangan mengambil kesimpulan dan mengobatinya sendiri, tetapi sebaiknya memang harus melalui pemeriksaan dokter,¨ tegasnya.

Namun begitu, ada pula beberapa gejala yang mudah dikenali bila Anda memang mengalami gangguan seperti misalnya kekurangan enzim atau sindrom malabsorbsi atau maldigesti.

¨Gejalanya seperti kembung pada perut, nafsu makan menurun, diare, perut tidak nyaman atau suara usus meningkat karena adanya gas yang berlebihan,¨ terang Dr Ari.

Sindrom ini lanjutnya terjadi karena adanya penyerapan makanan yang terganggu akibat kurangnya enzim pencernaan. Tanpa enzim yang cukup dalam pencernaan, makanan tidak bisa diserap oleh usus sehingga proses metabolisme terganggu.

Bahkan menurut sebuah data penelitian di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada 2002, gangguan enzim (maldigestasi) ini merupakan penyebab utama diare kronik non infeksi yakni prosentasenya mencapai 62,6 persen.

¨Penyebab gangguan enzim ini bisa beragam mulai dari faktor genetika seperti misalnya banyak orang Indonesia yang kekurangan enzim laktese, gangguan pankreas hingga faktor usia yang menyebabkan produksi enzim tubuh semakin menurun,¨ jelas Dr Ari.

Gangguan enzim, lanjutnya bisa terjadi pada seseorang biasanya ketika makan berlebihan atau terlalu banyak, terutama lemak. Atau bisa pula disebabkan pola makan yang buruk seperti terburu-buru atau meningkatnya asam lambung sehingga menghalangi fungsi enzim.

¨Untuk mengetahui adanya ganggun enzim, dokter biasanya melakukan pemeriksaan mulai dari wawancara, periksa fisik hingga tes darah dan feses di laboratorium. Biasanya dokter akan memberi obat-obatan, vitamin dan mineral atau pun enzim pencernaan,¨ terangnya.

Untuk mengatasinya juga bisa dilakukan dengan cara suplementasi enzim atau menerapkan diet atau pola makan yang tepat seperti mengurangi konsumsi makanan berlemak seperti daging, coklat atau keju.

[kompas.com]

Mengatur Berat Badan Selama Hamil

Kesehatan secara keseluruhan sangat penting selama hamil. “Kehamilan yang sehat akan sangat mempengaruhi kualitas kelahiran dan bayi yang dilahirkan,” Salah satu faktor yang tak kalah penting selama kehamilan adalah pengaturan berat badan. Di Indonesia, berat badan ideal calon ibu saat mulai kehamilan (start hamil) adalah antara 45 – 65 kg. Jika kurang dari 45 kg, sebaiknya berat badan dinaikkan lebih dulu hingga mencapai 45 kg sebelum hamil. “Begitu juga sebaliknya, bila berat badan calon ibu lebih dari 65 kg, sebaiknya berat badan diturunkan sampai di bawah 65 kg sebelum hamil,” lanjutnya.

Sayangnya, sangat jarang wanita yang merencanakan berat badannya sebelum memulai kehamilan. “Padahal, berat badan calon ibu yang kurang dari 45 kg atau lebih dari 65 kg, akan membuat kehamilan menjadi berisiko (low risk),”

lanjut Hasnah. Berat badan calon ibu yang kurang (underweight) atau berlebih (overweight), akan berisiko melahirkan bayi dengan berat badan kurang atau berat bayi lahir rendah (BBLR). “Bayi dengan BBLR tentu akan terganggu perkembangan dan kecerdasannya, selain kesehatan fisiknya yang juga kurang bagus”.

Bagi si ibu pun tak kalah berisikonya. “Jika berat badannya berlebih, ia bisa mengalami perdarahan atau keracunan kehamilan. Mula-mula overweight, lalu tensi naik, bengkak kaki, ginjal bermasalah, akhirnya keracunan hamil,” . Saat kelahiran, biasanya juga selalu terjadi komplikasi.

Hati-hati Pre-Eklampsia

Berapa sebenarnya kenaikan berat badan yang ideal selama hamil? Rumusnya, setiap bulan, berat badan harus naik 1 kg sampai kehamilan berusia 20 minggu. Kemudian, naik 2 kg per bulan sesudah kehamilan 20 minggu. “Jadi, jika wanita memulai kehamilan dengan berat badan 45-65 kg, kenaikan ideal selama hamil adalah antara 12-14 kg. Sementara jika berat badan saat mulai hamil di bawah 45 kg, pertambahan berat badan yang dianjurkan adalah antara 12,5-18 kg, serta kenaikan 7-11,5 kg jika berat badan saat start hamil lebih dari 65 kg,” lanjut Hasnah.

Kenaikan berat badan yang tidak sesuai dengan rumus ideal tadi tidak baik dan berisiko. Misalnya, kenaikan yang berlebih atau sangat cepat. “Jika ini terjadi, sebaiknya hati-hati, karena bisa jadi merupakan indikasi awal terjadinya keracunan kehamilan (pre-eklampsia) atau diabetes,”

Bukan itu saja, tubuh ibu hamil pun bisa bengkak, entah di kaki maupun perutnya. Selain itu, juga bisa menghambat pertumbuhan janin. “Pasalnya, pengiriman makanan ke janin jadi berkurang karena adanya penyempitan pembuluh darah. Nah, kalau penyempitan pembuluh darah ini menghebat, bisa berakibat fatal bagi janin,” lanjut Hasnah. Berat badan yang berlebih pun bisa mempengaruhi proses persalinan. Misalnya, tidak kuat mengejan.

Umumnya, peningkatan berat badan yang cepat terjadi pada akhir masa kehamilan. Biasanya, jika terjadi peningkatan berlebihan selama bulan tertentu, hingga 5 kg misalnya, dokter akan menyarankan untuk diet. Dua bulan berikutnya, berat badan calon ibu harus stabil (tidak boleh naik dan boleh turun). “Ini bisa dilakukan dengan mengatur kembali daftar makanannya. Biasanya dengan cara mengurangi asupan lemak dan karbohidrat, seperti gula, nasi, keju, gorengan, dan memperbanyak konsumsi protein, seperti ikan, daging, telur, kacang-kacangan, juga buah-buahan, karena sangat diperlukan bagi pertumbuhan janin dalam kandungan.”

Pandai memilih makanan

Bagaimana jika berat badan tak kunjung naik atau malah turun selama hamil? “Ibu hamil harus banyak makan makanan berlemak dan yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti es krim, alpokat, cakes, hingga berat badan meningkat, tapi tetap dalam batas kenaikan yang ideal,” jelas Hasnah.

Biasanya, sulitnya berat badan naik terjadi di bulan-bulan awal kehamilan. “Pada trimester pertama kehamilan, wanita hamil biasanya sering mual atau muntah, sehingga kehilangan nafsu makan. Padahal, di trimester inilah, otak, panca indera dan alat kelamin janin dibentuk,” kata Hasnah. Jika ini terus berlangsung sampai trimester berikutnya, bukan tidak mungkin asupan gizi janin akan terganggu, sehingga pertumbuhan janin menjadi terhambat.

Oleh karena itu, calon ibu harus pandai-pandai memilih makanan agar nafsu makannya tetap terjaga. “Untuk menghindari mual, sebaiknya hindari makanan berlemak, makanan yang dingin, atau makanan yang terlalu asam,” saran Hasnah.

Selain itu, faktor psikis juga berpengaruh terhadap nafsu makan calon ibu. Misalnya, apakah ia memang mengharapkan kehamilannya atau tidak. “Ada lho wanita yang sebetulnya belum pingin hamil, tapi lalu hamil. Ini tentu harus dipertimbangkan karena bisa mempengaruhi psikisnya,” lanjut Hasnah seraya menegaskan bahwa pada trimester pertama kehamilan, berat badan harus naik, meski merasa mual atau muntah. “Berat badan enggak naik saja enggak boleh kok, apalagi turun.”

Biasanya, pada trimester kedua kehamilan, calon ibu sudah tenang, nafsu makannya juga sudah pulih. Di trimester ini, rasa mual sudah hilang. “Tapi, tetap harus hati-hati juga, jangan sampai berat badan naik berlebihan,”

Rumus kenaikan berat badan ideal harus diperhatikan betul. Misalnya, bulan ini harus naik 2 kilo, tapi ternyata kenaikan 2 kilo sudah terjadi pada 2 minggu pertama. “Maka, 2 minggu berikutnya dia harus diet.” Atau, 2 minggu pertama, berat badan belum naik, maka calon ibu harus mengejar ketingalan di 2 minggu berikutnya.

Kalau berat badan ideal tercapai, kelahiran pun akan berjalan mudah, tanpa komplikasi. Atau, kalau pun ada, cuma sedikit (low risk). “Nifas juga akan segera usai, selain juga tidak merusak bentuk tubuh.” Ya, berat badan yang ideal selama hamil akan segera mengembalikan bentuk tubuh ke berat badan semula setelah melahirkan. “Ibu pun akan kembali cantik, tanpa perlu bersusah-payah menguruskan berat badannya.”

Rajin-rajin kontrol

Apa saja yang harus dilakukan agar berat badan ideal bisa tercapai?

• Sebaiknya sebelum hamil, konsultasi ke dokter tentang faktor-faktor penyakit yang mengganggu kehamilan, termasuk BB (kurang atau lebih).

• Turuti advis dokter tentang BB bulan per bulan. Tanyakan diet yang cocok dengan kondisi Anda. Misalnya kalau memang berlebihan, tentu ada diet, dan sebagainya.

• Rajin kontrol ke dokter. Jika dokter jeli dan pasien rajin kontrol serta tidak mempunyai penyulit selama kehamilan, entah itu diabetes ataupun gondong, biasanya berat standar itu tercapai.

Gigi rusak bisa bermasalah

Kurang atau bahkan turunnya berat tak hanya terjadi pada ibu hamil yang kehilangan nafsu makan. “Ada juga calon ibu yang makannya banyak, tapi berat badannya tidak naik-naik. Kalau ini yang terjadi, harus dicek komposisi makanannya. Jangan-jangan makanan yang dikonsumsinya tak bergizi, asal kenyang saja,” kata Hasnah.

Jika kualitas makanan yang dikonsumsi sudah baik, tapi ia tetap saja kurus, harus dicek, adakah sesuatu yang tak beres di alat pencernaan atau giginya. “Gigi yang rusak pun terkadang membuat makanan tidak dapat dikunyah dengan baik, sehingga tidak dapat dicerna dan diserap secara sempurna oleh tubuh. Akibatnya, janin tak mendapat suplai makanan dengan baik, sehingga pertumbuhannya jadi terhambat,” jelas Hasnah.

Yang jelas, berapa pun berat badan saat mulai hamil, kenaikan tetap harus sesuai rumus kenaikan berat badan. Setelah hamil berat badan juga harus selalu naik sesuai kenaikan yang ideal. “Jangan setelah hamil lalu nggak makan karena sudah gemuk. Kalau ini yang dilakukan, asupan gizi bagi janin akan terganggu.”

Berat bayi ideal

Berapa sebetulnya berat janin yang normal sesuai usianya? Pada usia kehamilan 20 minggu, berat janin kira-kira 0,5 kg. Pada usia kehamilan 36 minggu, ia harus mencapai 2,5 kg. Selanjutnya, mendekati kelahiran, beratnya harus mencapai 3 kg. “Berat badan ideal bayi Indonesia adalah antara 3-3,5 kg. Jika pertumbuhan janin tidak sesuai dengan rumus di atas, harus diteliti sebab-sebabnya. Apakah ada kelainan anggota tubuh, misalnya kelainan ginjal yang menyebabkan hidramnion, atau bagaimana sistem pencernaannya,”

Problema Kulit Saat Hamil

Sebagai perempuan, pasti Anda ingin selalu terlihat cantik dan menawan. Meskipun di saat hamil, Anda tidak ingin terlihat buruk. Padahal di saat kehamilan ada beberapa perubahan yang terjadi pada kulit Anda. Perubahan pada kulit selama masa kehamilan terjadi karena perubahan hormonal ataupun akibat perubahan berat tubuh. Untuk itu, sebaiknya Anda kenali perubahan tersebut dan cara penangganannya.

Melasma

Biasanya akan timbul bercak-bercak coklat pada kulit, terutama pada seputar mata, pipi dan dekat bibir atas. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan hormonal yang membuat kulit menjadi peka terhadap sinar matahari. Untuk perawatannya, Anda bisa coba gunakan produk yang mengandung bahan peluruh maupun bahan penipis noda seperti AHA, hydroquinone maupun retinol sesudah masa menyusui. Untuk mencegahnya selama hamil, sebaiknya Anda gunakan tabir surya setiap akan beraktivitas di luar.

Stretch Mark

Biasanya akan muncul tanda parut yang berwarna kemerahan pada kulit di sekitar perut. Hal ini diakibatkan oleh melebarnya jaringan kulit karena secara tiba-tiba harus menyangga beban tambahan. Untuk perawatannya, Anda tidak bisa hilangkan secara total tetapi setidaknya berkurang. Anda bisa gunakan pelembab seperti minyak zaitun atau minyak vitamin E selama dan sesudah kehamilan. Agar mengurangi resiko timbulnya stretch mark, sebaiknya Anda jaga berat badan Anda karena biasanya pada saat hamil berat tubuh akan naik secara drastis.

Jerawat

Jika biasanya Anda tidak pernah berjerawat, mungkin pada saat Anda hamil nanti akan mengalami hal tersebut. Hal ini dikarenakan perubahan hormon yang ada dalam tubuh Anda dan ini termasuk hal yang wajar saja. Untuk perawatannya, sebaiknya Anda jangan sembarangan menggunakan obat yang mengandung antibiotika, BHA dan AHA.

[info-sehat.com]

Aktivitas Selama Hamil Bikin Jantung Bayi Sehat

SEMUA orang tahu olahraga merupakan cara yang baik untuk memelihara stamina tubuh. Tak hanya itu, tubuh bahkan bisa lebih langsing dan tampak bagus.

Ternyata, bagi wanita hamil, olahraga juga punya manfaat. Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa saat seorang calon ibu bekerja keras atau melakukan aktivitas fisik, janinnya akan mendapatkan efeknya, yakni jantung si janin makin kuat dan sehat. Setidaknya irama jantung tidak berdetak kencang melainkan melambat teratur. Demikian diungkapkan dalam pertemuan tahunan Experimental Biology 2008 di San Diego.

“Penelitian ini menyatakan bahwa seorang ibu yang melakukan aktivitas fisik tidak hanya mendapatkan manfaat bagi jantungnya sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi jantung si janin. Seperti hasil penelitian rintisan yang sudah dilakukan, kami berencana akan melanjutkan penelitian yang melibatkan banyak lagi wanita hamil,” ujar Linda E. May, dari Department of Anatomy di Kansas City University of Medicine and Biosciences.

10 orang wanita berpartisipasi dalam penelitian ini, separuhnya melakukan aktivitas fisik yang lain tidak. Gerakan janin seperti bernapas, gerak tubuh dan mulut dimonitor dan direkam selama 24 minggu.

Para peneliti menemukan melambatnya irama jantung secara berarti yang terjadi selama para ibu ini melakukan aktivitas fisik. Sementara irama jantung janin pada para ibu yang tidak banyak beraktivitas justru lebih tinggi.

Mual Muntah Dalam Kehamilan

Meskipun belum diketahui penyebabnya, mual muntah dalam masa kehamilan berhubungan dengan perubahan kadar hormonal dalam tubuh wanita hamil. Ketika wanita hamil maka akan terjadi peningkatan kadar Homor chorionic gonadotropin (HCG) yang berasal dari plasenta (ari -ari). Hormon ini berfungsi untuk menjaga kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari indung telur, yang berdampak pada kehamilan agar sehat dan lancar.

Namun selain itu, hormon ini diduga berefek menimbulkan mual dan muntah terlebih pada tiga bulan kehamilan (trimester pertama) dan akan turun kembali setelah bulan keempat. Oleh karena itu mual muntah ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah memasuki bulan keempat. Disamping hormon HCG ini, hormon estrogen dianggap juga turut menjadi penyebab mual muntah pada wanita hamil.

Mengenal Bahaya Hiperemesis Gravidarum

Mual muntah dalam masa kehamilan adalah suatu yang normal dan berlangsung hanya pada trimester pertama, namun terkadang timbul mual muntah yang sangat parah yang disebut Hiperemesis Gravidarum . Tanda – tandanya adalah sebagai berikut :

* Berat badan turun 2,5 s/d 5 kg atau lebih selama trimester pertama.

* Tidak dapat menelan makanan atau minuman apapun selama 24 jam terakhir.

* Air kencing berwarna kuning sangat gelap atau tidak kencing selama 8 jam terakhir.

* Muntah sangat sering kadang bisa setiap jam atau lebih.

* Mual sangat hebat sehingga selalu muntah saat makan.

Oleh karena itu, kita harus mewaspadai hal ini dan harus segera menghubungi dokter Anda. Jika dibiarkan bisa menimbulkan kematian bagi ibu dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah.

Tips untuk mencegah mual muntah :

* Menghindari makanan berbau tajam, asap rokok atau parfum yang berbau menyengat yang dapat menjadi pemicu mual muntah.

* Beberapa suplemen makanan dapat membantu mengurangi mual muntah seperti minuman jahe atau vitamin B6.

* Makanlan makanan yang diinginkan ketika tubuh mampu menerimanya.

* Jangan segera berbaring setelah makan, sebaiknya duduk tegak selama beberapa saat agar tidak kembung atau mual.

* Hindari banyak minum saat makan, tunggulah 30 menit setelah makan baru minum air. Di luar waktu makan Anda diharapkan untuk minum lebih banyak.

* Makanlah dalam porsi yang sedikit namun sering (tiap 2-3 jam) untuk menghindari mual tanpa beresiko kekurangan gizi.

* Pola makan yang lengkap dan seimbang.

* Istirahat yang cukup.

* Konsultasi ke dokter kandungan Anda jika mual muntah masih berlanjut.

Posisi Hubungan Seks Yang Terbaik Selama kehamilan

Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan seks.

Tetapi pada saat kehamilan sudh semakin membesar maka perut andapun akan semakin besar dan saat itu anda perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman buat anda saat melakukan hubungan seks ini.

Beberapa Posisi Hubungan Seks Terbaik Selama Kehamilan:

• Posisi wanita diatas. Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

• Posisi duduk. Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

• Posisi laki-laki diatas tetapi berbaring hanya separuh tubuh.

• Posisi berlutut atau berdiri.

Yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini adalah jangan meletakkan berat badan anda ke perut ibu hamil selama hubungan seksual atau batasilah tekanan diperut ibu hamil.

Yang tetap harus anda ingat, bahwa hubungan seksual dapat menjadi salah satu bagian penting dalam pernyataan perasaan kasih sayang, rasa aman dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami isteri. Tetapi jangan menjadikan hubungan seks memegang peranan paling berkuasa dalam keselarasan hubungan suami isteri. Anda tetap dapat menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, ciuman, ataupun pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual. Yang terpenting mencoba untuk saling mengerti keinginan pasangan.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: